Proyek Pembangunan RSUD Kuansing Diduga Sarat Bagi Fee

Foto Direktur RSUD Kuantan Singingi dr. Benni Antomy, SpAn dan Surat Klarifikasi LSM Akbar.

PEKANBARU, ulastinta.com - Sebagai bentuk keterbukaan Publik seperti yang di yang diamanahkan Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Diduga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Kuantan Singingi dr. Benni Antomy, SpAn merasa tidak berdosa dan mengabaikan surat konfirmasi awak media dan klarifikasi LSM Angkat Keadilan Bantu Rakyat (AKBAR) dengan Nomor, 011/SK/LSM-AKBR/IX/2024 yang dilayangkan beberapa waktu lalu.

Surat Klarifikasi/konfirmasi yang dikirim LSM AKBAR untuk memastikan pelaksana belanja pemeliharaan gedung bangunan kantor RSUD Kuantan Singingi (APBD) dengan jenis kegiatan yakni peket pengecatan Interior dan Eksterior bidang lama (Jotun) dan pembangunan turap dll yang di kerjakan oleh PT. Bengkalis Power Construction senilai Rp. 658.415.658.

Kemudian paket PL pembuatan turap bangunan Insinerator (Blud) RSUD Kuantan Singingi dilaksanakan oleh CV. Graha Nusantara dengan nilai Anggaran Rp. 200.000.000.

Kedua paket diatas diduga ada pemotongan anggaran sebesar Rp.195.000.000 untuk diberikan kepada oknum pejabat negara kabupaten Kuantan Singingi yang diduga paman bupati Kuansing berinisial Ahs. Informasi tersebut disampaikan oleh oknum rekanan pelaksana proyek dilapangan.

Hal itu diutarakan Bowonaso Laia kepada media ini, mengatakan, berharap Surat konfirmasi yang dikirim pihaknya mendapatkan tanggapan serius untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. Ia memastikan kapan surat tersebut dijawab oleh Dirut RSUD Kuantan Singingi, namun sampai saat ini belum juga mendapat jawaban. Sangat disayangkan pihak RSUD Kabupaten Kuantan Singingi mengelak.

Sebab menurut informasi bahwa proyek tersebut diduga bagi-bagi komitmen fee yang harus dibebankan kepada donatur atau pemodal kontraktor atas arahan sdr. Inisial NI untuk diserahkan kepada Sdr AHS selaku staf ahli Bupati Kuantan Singingi yang disebut sebut paman dari sang bupati kuansing. Atas permintaan Sdr Ahs lantas ketemu di pekanbaru untuk membicarakan rencana sejumlah paket kegiatan yang bersumber dari APBD Kuantan Singingi Tahun Anggaran 2023 senilai milyaran rupiah.

Sebelum dimulai pekerjaan dilapangan pihak kontraktor atau pemodal harus menyetor sejumlah uang sebagai komitmen fee didepan sebesar Rp. 195.000.000 yang diberikan kepada oknum Ahs selaku staf ahli Bupati kuansing

Bowonaso Laia merasa aneh dengan sikap Dirut RSUD Kuantan Singingi dr. Benni Antomy, SpAn . Dimana Dirut RSUD Kuantan Singingi dr. Benni Antomy, SpAn bukan menjawab Surat konfirmasi/klarifikasi resmi yang dikirim, namun malah memberi jawaban yang tidak berbobot melalui pesan whatsapp.

"Aneh, Dirut RSUD Kuantan Singingi dr. Benni Antomy, SpAn bukan membalas surat konfirmasi/klarifikasi secara resmi, malah mengelak. Kita sudah minta agar di balas secara resmi".

"Dirut RSUD Kuantan Singingi dr. Benni Antomy, SpAn merasa tertuduh" Kata Bowonaso Laia, Selasa (08/9/24).

Bowonaso Laia berharap Dirut RSUD Kuantan Singingi dr. Benni Antomy, SpAn segera membalas surat konfirmasi/klarifikasi dari lembaganya secara resmi dalam waktu dekat. Bilamana tidak dijawab pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Anehnya lagi, saat kami antar surat klarifikasi Direktur RSUD Kuansing Benni Antomy tidak berada di kantor, sedang berada di luar kota menemani istrinya melahirkan di salah satu rumah sakit di pekanbaru.

"Jika tidak ada jawaban dalam waktu dekat ini kita akan tempuh jalur hukum" Ujarnya.

Ditempat terpisah media ini melakukan konfirmasi kepada Dirut RSUD Kuantan Singingi dr. Benni Antomy, SpAn via Whatsapp dinomor 082286****** Rabu, 08/10/24

"Proyek itu benar ada, kegiatan itu dilaksanakan di bulan Agustus tahun lalu, saya baru diangkat direktur, dan saya laksanakan kegiatan itu norma aja, kita pake konsultan pengawas mereka mengawasi sesuai prosedur. Mengenai dugaan-dugaan itu, itu yang saya tak tau, mengenai inisial yang ada didalam itu saya tak tau" Ujarnya.

"Saya bertugas untuk melaksanakan kegiatan, mengawasi kegiatan, dan memastikan kegiatan selesai." Mengakhiri.**(Red)