Proyek Penanganan Banjir Kota Pangkalan Kerinci Pelalawan Diduga Ada Penyimpangan
PELALAWAN - Bupati Pelalawan H. Zukri tengah gencar-gencarnya menangani banjir yang selama ini melanda di Kota Pangkalan Kerinci.
Terdapat sejumlah titik banjir yang sangat signifikan dan membuat warga sangat resah atas bencana ini.
Sehingga H. Zukri membuat kebijakan, bahwa penanganan banjir tersebut menjadi prioritas, dan dialokasikan anggaran biaya lumayan cukup besar.
Dalam hal ini Dinas PUPR Pelalawan sebagai OPD unruk menjalankan program Bupati tersebut.
Berdasarkan hasil Investigasi Lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi ( INPEST) Kabupaten Pelalawan menyebutkan bahwa dalam pelaksanaannya sejumlah kegiatan dilapangan ditemui dugaan-dugaan kejanggalan atau penyimpangan.
Seperti pembuatan drainase premier Kota Pangkalan Kerinci dimana tahun 2022 lalu putus kontrak dan dilanjutkan kembali tahun 2023 ini, dalam pelaksanaannya ada beberapa item pekerjaan-pekerjaan yang tidak sesuai Speksifikasi sebut Syamsul Bahri, kordinator Investigasi Lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi ( INPEST) Kabupaten Pelalawan kepada wartwan Selasa ( 19/12/2023)
"Lebih lanjut Syamsul Bahri menyebutkan bahwa Proyek milyaran rupiah ini dikerjakan asal-asalan dan hasilnyapun amburadul. Dinding cor beton tidak lurus dan tambal sulap berun yang paling disayangkan tengah mengalami keretakan yang cukup parah." Ungkapnya
"Atas temuan tersebut tidak tertutup kemungkinan pada kegiatan-kegiatan lainnya yang ikut bermasalah sebut Syam," menutupnya
Kabid Sumber Daya Air, Latif Busroni, MT, ketika dikonfirmasi dikantor Dinas PUPR Pelalawan (18/12/2023), mengatakan, bahwa proyek drainase premier kota Pangkalan Kerinci belum di PHO.
"Proyek drainase premier kota Pangkalan Kerinci belum di PHO. dan mengenai pengerjaan semua drainase dikota Pangkalan Kerinci tidak semua Bidang Sumber Daya Air yang menangani." Sebut Latif.
Ditempat terpisah, media ini mengkonfirmasi kepada Bupati Pelalawan H. Zukri Selasa pagi, 19/12/24. Belum ada jawaban dan sangat disayangkan hingga berita ini naik, memilih bungkam. (Sul/red)










Tulis Komentar