Pentingnya Pemahan Implementasi PUG di Daerah, DP3A Gelar Pelatihan

BENGKALIS, ulastinta.com- Guna memberikan pemahaman tentang pentingnya implementasi pengarusutamaan gender di daerah melalui Bidang kelembagaan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis melaksanakan pelatihan Penyusunan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di lantai dua Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis , Rabu 16 Juli 2025.

Kegiatan Pelatihan Ini Dibuka oleh Bupati Bengkalis yang dalam hal ini diwakilkan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri, Peserta kegiatan pelatihan PPRG ini di ikuti oleh Kasubbag Penyusunan Program dan Fungsional Perencana di setiap perangkat daerah yang ada di lingkungan Pemkab Kabupaten Bengkalis.

Mewakili Bupati Bengkalis Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri mengatakan "bahwa isu gender adalah isu yang membahas tentang perbedaan peran, status, tanggung jawab dan fungsi laki-laki dan perempuan yang merupakan konstruksi sosial, bukan didasarkan pada perbedaan biologisnya.p engarusutamaan gender adalah suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender, melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan sektor pemerintahan".

"Sebagai wujud nyata dukungan kita dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender dinegeri junjungan ini, serta dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkeadilan antara laki-laki dan perempuan, maka perlu direfleksikan dalam proses penyusunan kebijakan perencanaan dan penggaran yang responsif gender, yang dalam pelaksanaannya harus menghapus hambatan struktural dan bagaimana kita mencapainya guna menjamin program/kegiatan yang dibuat oleh pemda menjadi anggaran responsif gender," ungkapnya

 

"Oleh karenanya, agar pelatihan advokasi Kebijakan dan Pendampingan Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender (KPUG) dan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) ini dapat terlaksana secara baik, terukur dan terarah, maka kepada seluruh peserta pelatihan kami harapkan beberapa hal, mohon petakan sejauh mana pelaksanaan strategi pug terkait penilaian anugerah parahyta ekapraya, yang kedua segera inventarisasi kebijakan/ program maupun kegiatan pembangunan yang responsif gender, dan yang ketiga segera mengevaluasi perkembangan keberhasilan program pengarusutamaan gender di negeri junjungan ini," Tegasnya

 

Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis Emilda Susanti juga menyampaikan " seperti diketahui bersama, pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia menuju kualitas hidup yang lebih baik. masyarakat, selain sebagai penerima dan yang menikmati hasil pembangunan juga harus berperan aktif sebagai pelaku pembangunan, termasuk perempuan. dalam perspektif pembangunan berwawasan gender, perempuan dan laki-laki sebagai anggota masyarakat mempunyai kedudukan dan hak yang sama atas manfaat, aksesibilitas, partisipasi dan kontrol pembangunan."

"Dalam pelaksanaan pembangunan nasional pelaksanaan pug harus terefleksikan dalam proses penyusunan kebijakan yang menjadi acuan perencanaan dan penganggaran untuk menjamin program dan kegiatan yang dibuat oleh seluruh lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah menjadi responsif gender. Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) merupakan perencanaan yang disusun dengan mempertimbangkan empat aspek yaitu, akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang dilakukan secara setara antara perempuan dan laki–laki " Tambah Emilda.

Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Riau (P3AP2KB) Fariza dan Fasilitator Pengarusutamaan Gender Subeno sebagai narasumber, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bengkalis Edi Yanto, Kepala Bidang Kelembagaan Pengarusutamaan Gender Kurnia Dina Lestari sebagai Pelaksana Kegiatan, dan para peserta pelatihan.(dian)