Pemberhentian Sepihak Jukir Tiban Center Tuai Protes, LLMB Batam Kecam Sikap Dishub

Sejumlah juru parkir (jukir) kawasan Tiban Center saat menyampaikan kekecewaannya atas kebijakan pemberhentian sepihak oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Selasa 31/3/2026. (Foto: Dok abib)

BATAM, UlasTinta.com – Kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam yang melakukan pemberhentian sepihak terhadap sejumlah juru parkir (jukir) di kawasan Tiban Center menuai sorotan tajam. Keputusan tersebut memicu kekecewaan mendalam dari para pekerja yang telah menggantungkan hidup di sektor tersebut selama bertahun-tahun.

Para jukir yang terdampak mengaku keberatan karena selama lebih dari empat tahun bekerja, mereka selalu tertib aturan dan rutin menyetorkan hasil pengelolaan parkir kepada pihak Dishub sebagai bentuk kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selama ini kami bekerja dengan tertib dan mengikuti aturan. Hasil parkir juga kami setor. Tapi tiba-tiba kami diberhentikan tanpa penjelasan yang jelas,” ungkap salah satu jukir yang enggan disebutkan namanya, Selasa (31/03/2026).

Pemberhentian mendadak ini dinilai memukul kondisi ekonomi keluarga para jukir, mengingat pekerjaan tersebut adalah sumber penghasilan utama mereka.

Menanggapi persoalan ini, Ketua DPD Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kota Batam, Datuk Hasbullah, yang akrab disapa Panglima Tengah, menyatakan sikap tegas. Ia menilai tindakan Dishub Kota Batam terkesan arogan dan tidak berpihak pada masyarakat kecil.

“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan yang terkesan arogan dari pihak Dishub Kota Batam. Para jukir ini sudah lama bekerja dan turut memberikan kontribusi kepada daerah. Seharusnya ada komunikasi dan solusi, bukan pemberhentian sepihak seperti ini,” tegas Datuk Hasbullah.

Panglima Tengah menambahkan bahwa LLMB akan terus mengawal permasalahan ini. Pihaknya mendesak Dishub untuk segera memberikan klarifikasi transparan serta mencari kebijakan yang lebih adil bagi para pekerja yang terdampak.

Kasus ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota Batam agar setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat kecil, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal.(abib)