Wabup Muba Abdur Rohman Husen: Pelestarian Gambut Harus Berdampak pada Ekonomi Warga

Hadiri Kegiatan Restorasi Gambut di OKI, Wabup Muba Tekankan Keseimbangan Lingkungan dan Ekonomi

Bersama para delegasi, Wabup Muba Abdur Rohman Husen mengikuti jalannya pemaparan keberhasilan model restorasi gambut di Kelurahan Kedaton, Kayuagung. Jumat, 30/10/2026. (Foto: Istimewa)

KAYUAGUNG, UlasTinta.com — Rangkaian hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Konsolidasi Kesiagaan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 diisi dengan peninjauan lapangan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini meliputi penanaman demplot bambu serta pengecekan infrastruktur pembasahan gambut.

Sehari sebelumnya, Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menggelar Rakornas Konsolidasi di Hotel Swarnadipa, Palembang, Kamis (29/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi penanganan karhutla sekaligus memperkuat kesiagaan menghadapi tahun 2027.

Kabupaten OKI dipilih sebagai lokasi utama peninjauan karena memiliki bentangan lahan gambut yang sangat luas di Sumatera Selatan. Kunjungan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala BP-GMN Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, dan Bupati OKI H. Muchendri Mahzareki.

Saat meninjau kawasan demplot restorasi di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, rombongan menyaksikan keberhasilan pemulihan ekosistem gambut, baik secara alami maupun melalui intervensi. Area yang sempat mengalami kebakaran berulang pada tahun 1997 dan 2006 tersebut kini telah bertransformasi menjadi hutan rawa gambut yang subur. Puluhan spesies pohon endemik seperti jelutung, ramin, dan belangeran kini tumbuh lebat dan berfungsi efektif menekan emisi karbon.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam arahannya menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan pemanfaatan kearifan lokal untuk menjaga ekosistem gambut.

"Saya berkeinginan agar kabupaten-kabupaten di Sumsel yang memiliki potensi gambut dapat menjadi mitra aktif. Mari kita bersama-sama dibina oleh pemerintah provinsi serta BP-GMN untuk mencegah, menjaga, dan menanggulangi karhutla, sekaligus memastikan adanya pemanfaatan nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Herman Deru. Ia juga mengajak warga membangkitkan kembali semangat beternak kerbau rawa guna menjaga kelembaban gambut sekaligus menjadi sumber penghasilan alternatif.

Kehadiran Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba), Abdur Rohman Husen, bersama delegasi daerah semakin mempertegas komitmen kolaborasi antarwilayah dalam penanggulangan bencana lingkungan ini. Pihaknya menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Pelestarian ekosistem gambut merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi erat antardaerah. Melalui pembelajaran keberhasilan di Kabupaten OKI, Pemkab Muba siap mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan secara bijak demi menjaga kelestarian alam sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat," tegas Abdur Rohman Husen.

Dalam kunjungan ini, Wakil Bupati Muba didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba Drs. M. Thabrani Rizki, M.Si., serta perwakilan OPD terkait. Keikutsertaan rombongan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Muba dalam mempelajari model restorasi gambut dan strategi mitigasi lingkungan sukses di OKI untuk diadaptasi secara regional. (Toyib)

Editor: